Bukan Saradiwa

19 May 2012

e6f23261ab4a876371aaf19b041843cd_ju

Aku bukan saradiwa.

Karena ku tau, jauh sebelum aku hadir, kau telah berkelana di hati mereka.

Aku bukan saradiwamu.

Setelah ku tau, kau memanggilku sebutan yang sama seperti mereka.

***

Perjalanan cinta tak selamanya akan mulus dan berakhir bahagia, namun terkadang semua akan berbalik menjadi kisah pilu yang tak terlupakan. Cinta memang bukan definisi, ia adalah emosi.

Beberapa waktu lalu, aku mengenalnya. Seorang laki-laki yang memberiku segenap warna lewat kata-kata, aku mulai membuka hati untuknya, setelah lama aku mengunci rapat-rapat pintu hatiku yang kubiarkan kosong. Ia jauh, namun seakan begitu dekat denganku. Aku merasa kembali hidup, karenanya aku kembali mendekatkan diri kepada Tuhan yang tak pernah menjauhi diriku. Tuhan mengirimkan dia untukku, agar hidupku kembali terarah kepada surga yang dijanjikan-Nya Fikirku dalam setiap renungan.

Berkali-kali aku mengucapkan syukur dalam setiap doa, atas kehadirannya dalam hati ini mengisi hari. Aku mulai berharap, Ia adalah lelaki terakhir dan satu-satunya yang ku cintai selain Ayah dan keluargaku. Sungguh indah rasa cinta dari Tuhan, meski ada dua kemungkinan yang akan aku hadapi nantinya, Bahagia atau kecewa. Hari-hariku penuh dengan penantian, akan kedatangannya yang ingin menemuiku dan kepastian perasaan. Sepuluh hari seperti sepuluh tahun untukku, namun aku harus bersabar untuk itu. Rinduku menunpuk dan ingin sekali meluap, hingga waktunya tiba dan takdir harus berkata lain.

Pertemuan itu singkat, bahkan tak menyisakan cerita indah. Aku yang membuat suasana pertemuan pertamaku dengannya menjadi rusak, hingga kenyamanan tak tercipta saat itu. Hatinya hancur, bahkan berkeping-keping dan tak bisa diperbaiki dengan satu kesempatan sekalipun. Penyesalan memang selalu datang terlambat, namun sudah terlambat pula untuk aku memperbaiki keadaan itu. Aku terjatuh lagi dan hanya Tuhanlah yang tau rahasianya, kenapa ia tak ditakdirkan untukku. Segala macam alasan yang membuatku terpuruk dan tak berfikir logika saat itu, hingga semua yang keluar dari bibirnya hanya aku iyakan saja. Aku tau, laki-laki memang pandai sekali merayu dan memutar kata, bodohnya aku termakan rayuan-rayuan dan janji manisnya.

Dibalik semua itu, aku hanya dapat mengambil hikmah dan pelajaran bermakna. Tentang bagaimana arti tulus, sabar dan ikhlas. Semua rahasia Tuhan, dan Tuhan tau mana yang terbaik dan mana yang tidak baik untukku. Hari ini aku disadarkan-Nya, ternyata dia memang bukan yang terbaik untukku, dan aku tidak pula baik untuknya, karena aku bukan satu-satunya wanita yang disanjungnya.

Cintanya bukan saradiwa, meski aku menganggap dirinya adalah saradiwa yang membuat aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki. Dan aku bersyukur, karena Tuhan masi mencintaiku dan tak membiarkanku hidup dalam kepalsuan cinta yang awalnya ku fikir saradiwa. Jika memang aku tercipta dari rusuknya, aku pasti pasti kembali untuknya. Tetap semangat, optimis dan tersenyum agar suatu saat Tuhan mengirimkan sesorang yang akan menjadikan aku satu-satunya cinta untuk selamanya. Jika memang dia, berarti jodoh !! :D

Note :
Saradiwa = Satu-satunya ( Dalam bahasa Gayo )

Banda Aceh, 19 Mei 2012
_Dharaa Zubier_


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post